16

Pernah memetik cabai yang tampak merah mulus, tetapi saat dibelah isinya busuk dan penuh belatung kecil? Besar kemungkinan itu ulah lalat buah dari kelompok Bactrocera. Hama ini juga menyerang mangga, jambu, jeruk, belimbing, tomat, dan banyak buah lain. Artikel ini membahas cara mengenali lalat buah cabai, besar kerugiannya, dan langkah pengendalian terpadu (PHT), termasuk pemakaian atraktan metil eugenol.

ï‘­

Ringkasan Cepat

Nama ilmiah

Bactrocera spp., terutama Bactrocera dorsalis

Tanaman yang diserang

Cabai, mangga, jambu, jeruk, belimbing, tomat, dan buah lain

Gejala utama

Bekas tusukan, kulit cokelat, buah lunak busuk berisi belatung putih

Kerugian pada cabai

Kehilangan hasil dapat mencapai 30–60%

Waktu kritis

Sejak tanaman mulai berbunga atau berbuah muda

Cara pengendalian utama

Sanitasi buah gugur, perangkap metil eugenol, pembungkusan buah

Mengenal Lalat Buah Bactrocera

Bactrocera adalah marga lalat buah yang sangat besar. Lebih dari 460 jenis sudah dideskripsikan, sebagian besar tersebar di Asia dan Australasia. Salah satu yang paling terkenal adalah Bactrocera dorsalis, hama yang menyerang banyak jenis buah komersial.

Pada pertanaman cabai di Indonesia, jenis yang paling banyak ditemukan juga B. dorsalis. Dalam penelitian di Lembang, Bandung Barat, 95,5% lalat buah yang tertangkap adalah B. dorsalis, sisanya B. carambolae, B. umbrosa, dan hibrida. Di Lombok Timur, peneliti menemukan enam jenis pada cabai keriting, dan B. dorsalis tetap paling banyak.

Siklus hidup singkat, berkembang cepat

Siklus hidup lalat buah berjalan seperti ini:

  1. Telur: lalat betina menusukkan alat peletak telur (ovipositor) ke kulit buah lalu meletakkan telur di dalamnya.
  2. Larva (belatung): setelah menetas, larva memakan daging buah dari dalam sehingga buah membusuk.
  3. Pupa (kepompong): larva dewasa keluar dari buah, jatuh ke tanah, lalu berkepompong di dalam tanah.
  4. Lalat dewasa: keluar dari tanah dan siap kawin, lalu bertelur lagi.

Menurut lembar fakta University of Florida, perkembangan dari telur sampai dewasa pada cuaca hangat memerlukan sekitar 16 hari. Lalat dewasa butuh sekitar 9 hari lagi untuk matang kelamin. Di lapangan, seekor betina biasanya menghasilkan 1.200–1.500 telur selama hidupnya. Pada cuaca dingin, siklus ini bisa jauh lebih lama.

Artinya, satu generasi bisa selesai dalam beberapa minggu saja. Bila dibiarkan, populasi cepat membengkak.

Foto: Mallory Cessair / Wikimedia Commons, CC BY 4.0

Tahap Siklus Hidup Lalat Buah

Tahap

Tempat

Keterangan

Telur

Di dalam kulit buah

Betina menusukkan ovipositor ke kulit buah lalu bertelur

Larva (belatung)

Di dalam daging buah

Memakan daging buah sehingga buah membusuk

Pupa (kepompong)

Di dalam tanah

Larva keluar dari buah, jatuh, lalu berkepompong

Lalat dewasa

Keluar dari tanah

Siap kawin; matang kelamin sekitar 9 hari lagi

Gejala Serangan Lalat Buah Cabai dan Buah Lain

Perhatikan tanda-tanda berikut di kebun:

  • Ada bekas tusukan kecil pada kulit buah, tempat telur dimasukkan.
  • Kulit di sekitar tusukan berubah warna menjadi cokelat.
  • Buah menjadi lunak dan membusuk.
  • Saat dibelah, terdapat belatung kecil berwarna putih.
  • Buah gugur sebelum waktunya dan banyak berserakan di bawah tanaman.

Karena telur dan larva berada di dalam buah, serangan sering baru disadari ketika buah sudah rusak.

Seberapa Besar Kerugiannya?

Kerugian sangat beragam, tergantung jenis tanaman, musim, dan lokasi. Beberapa angka yang dilaporkan dalam jurnal:

  • Pada serangan berat, kerugian akibat lalat buah dilaporkan berkisar 20–60% pada berbagai komoditas hortikultura.
  • Pada cabai, kehilangan hasil dapat mencapai 30–60%.
  • Penelitian di Sigi, Sulawesi Tengah, menyebut kehilangan hasil cabai bisa mencapai 80% bila tidak segera dikendalikan.
  • Pada buah tropis tujuan ekspor, kehilangan hasil dilaporkan 40–80%, dan lalat buah juga menjadi hambatan karantina di negara tujuan.

Selain jumlah panen turun, buah yang cacat juga turun harganya atau tidak laku dijual.

Pengendalian Terpadu (PHT) Lalat Buah

Tidak ada satu cara yang cukup sendirian. Kuncinya adalah menggabungkan beberapa cara sejak awal musim.

1. Pemantauan (monitoring)

Pasang perangkap berisi atraktan untuk mengetahui kapan lalat mulai datang dan seberapa banyak. Catat jumlah tangkapan setiap minggu. Bila tangkapan naik tajam, perketat langkah lain seperti sanitasi dan pembungkusan.

2. Sanitasi kebun

Sanitasi disebut sebagai pilar pertama PHT lalat buah. Kumpulkan semua buah yang gugur, busuk, atau berbelatung, lalu musnahkan, misalnya dengan dikubur dalam-dalam. Cara ini memutus siklus hidup karena larva tidak sempat masuk ke tanah untuk berkepompong.

3. Cara budidaya dan fisik

Untuk tanaman buah seperti mangga dan jambu, pembungkusan buah mencegah betina meletakkan telur. Petani biasa memakai kantong plastik, kertas koran, atau daun kelapa. Panen tepat waktu juga mengurangi kesempatan lalat menyerang buah matang.

4. Musuh alami dan bahan nabati

Di alam ada tawon parasitoid famili Braconidae, misalnya Fopius dan Diachasmimorpha, yang memarasit lalat buah. Di Jawa Timur, tingkat parasitisme hanya sekitar 1,03% pada lahan yang disemprot insektisida, dibanding 3,53% pada lahan tanpa insektisida. Jadi, penyemprotan berlebihan ikut menekan musuh alami.

Bahan nabati juga sedang diteliti. Dalam uji di lahan cabai, semprotan minyak daun cengkeh menekan serangan lalat buah menjadi 59,17%, sementara petak tanpa perlakuan mencapai 93,84%.

5. Perangkap atraktan metil eugenol

Metil eugenol (ME) adalah zat beraroma yang sangat kuat menarik lalat buah jantan dari marga Bactrocera, termasuk B. dorsalis. Lalat jantan masuk ke perangkap dan tidak bisa keluar. Bila banyak jantan tertangkap, peluang kawin turun dan generasi berikutnya ikut berkurang.

Hal penting yang perlu dipahami:

  • ME hanya menarik jantan, bukan betina. Betina tetap bisa bertelur bila sudah kawin. Karena itu, perangkap ME harus dipadukan dengan sanitasi dan cara lain.
  • Aroma ME dilaporkan menyebar dalam radius sekitar 20–100 meter, dan lebih jauh bila terbawa angin.
  • Formulasi ME pada block kayu lebih tahan cuaca daripada ME yang diteteskan pada kapas.
  • Warna dan tinggi perangkap berpengaruh. Pada cabai merah di Sigi, perangkap kuning setinggi 75 cm menangkap lalat paling banyak dibanding warna dan ketinggian lain yang diuji.

Perangkap ME dipakai untuk dua tujuan: pemantauan populasi dan penangkapan massal jantan. Di tingkat kawasan, teknik pemusnahan jantan dengan ME menjadi salah satu komponen inti pengelolaan lalat buah secara luas.

6. Insektisida kimia: pilihan terakhir

Larva hidup di dalam buah dan pupa di dalam tanah, sehingga tahap yang paling merusak sulit dijangkau semprotan biasa. Penyemprotan berlebihan juga berisiko memicu resistensi, meninggalkan residu, dan membunuh musuh alami. Gunakan insektisida hanya bila cara lain tidak cukup, pilih produk terdaftar untuk sasaran tersebut, dan ikuti dosis serta waktu tunggu panen di label.

Langkah Praktis untuk Petani

  1. Pasang perangkap ME sejak tanaman mulai berbunga atau berbuah muda.
  2. Periksa dan catat isi perangkap seminggu sekali.
  3. Pungut buah gugur dan busuk setiap beberapa hari, lalu kubur.
  4. Bungkus buah bernilai tinggi seperti mangga dan jambu.
  5. Ajak tetangga kebun memasang perangkap bersama, karena lalat buah mudah berpindah antar-kebun.

Pilihan Produk untuk Monitoring

Salah satu pilihan yang tersedia adalah Ferokop 90 BB dari Rumah Bio Indonesia, atraktan berbahan aktif metil eugenol untuk lalat buah Bactrocera spp., yang dapat dipasang pada perangkap Yellowkop. Seperti atraktan ME lainnya, produk ini menarik lalat jantan, sehingga sebaiknya dipakai sebagai bagian dari PHT bersama sanitasi dan pembungkusan buah. Gunakan sesuai label dan petunjuk keselamatan. Pilihan lain dapat dilihat di halaman solusi pertanian Rumah Bio Indonesia.

Butuh saran untuk lahan Anda? Konsultasikan masalah lalat buah cabai dengan tim Rumah Bio Indonesia melalui WhatsApp.

PRODUK TERKAIT

Ferokop 90 BB

Pengendali lalat buah (Bactrocera sp.) dengan perangkap ME-blok desain flight-T.

Cabai 25, jeruk 15, mangga 18 set/ha · ikuti petunjuk pada label kemasan.

PRODUK TERKAIT

Yellowkop

Perangkap lalat buah (Bactrocera sp.), versi urban dari Ferokop.

Cabai 25, jeruk 15, mangga 18 set/ha · ikuti petunjuk pada label kemasan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa tanda cabai terserang lalat buah?

Tandanya antara lain bekas tusukan kecil pada kulit buah, kulit di sekitar tusukan berubah cokelat, buah menjadi lunak dan membusuk, terdapat belatung kecil putih saat dibelah, serta buah gugur sebelum waktunya. Karena telur dan larva berada di dalam buah, serangan sering baru disadari ketika buah sudah rusak.

Apakah perangkap metil eugenol menangkap semua lalat buah?

Tidak. Metil eugenol hanya menarik lalat buah jantan dari marga Bactrocera, bukan betina. Betina yang sudah kawin tetap bisa bertelur. Karena itu, perangkap metil eugenol sebaiknya dipadukan dengan sanitasi kebun, pembungkusan buah, dan cara lain dalam pengendalian hama terpadu sejak awal musim.

Mengapa buah cabai yang gugur harus dikumpulkan?

Sanitasi disebut sebagai pilar pertama PHT lalat buah. Buah yang gugur, busuk, atau berbelatung dikumpulkan lalu dimusnahkan, misalnya dikubur dalam-dalam. Cara ini memutus siklus hidup karena larva tidak sempat masuk ke tanah untuk berkepompong, sehingga generasi berikutnya ikut berkurang dan populasi tidak cepat membengkak.

Seberapa besar kerugian akibat lalat buah pada cabai?

Kerugian sangat beragam, tergantung jenis tanaman, musim, dan lokasi. Pada cabai, kehilangan hasil dapat mencapai 30 sampai 60 persen. Penelitian di Sigi, Sulawesi Tengah, menyebut kehilangan hasil cabai bisa mencapai 80 persen bila tidak segera dikendalikan. Buah cacat juga turun harganya atau tidak laku dijual.

Masih ragu memilih solusi?

Ceritakan tanaman dan masalahnya. Tim Rumah Bio siap membantu konsultasi gratis.

Referensi

  1. Susanto, A., Permana, A.D., Hartati, S., Tohidin, & Saragih, D.N.Br. (2021). Pengaruh formulasi metil eugenol block plus terhadap tangkapan lalat buah Bactrocera spp. pada tanaman cabai. Jurnal Entomologi Indonesia, 18(2), 93. doi:10.5994/jei.18.2.93 https://jurnal.pei-pusat.org/index.php/jei/article/view/627
  2. Purnawan, P., Hidayat, Y., & Dono, D. (2025). Controlling Bactrocera sp Fruit Flies Using Several Essential Oils from Clove, Lemongrass, Citronella Grass and Eucalyptus Plants on Chili Plants (Capsicum annuum L.). Cropsaver: Journal of Plant Protection, 8(1), 7-18. doi:10.24198/cropsaver.v8i1.62092 https://jurnal.unpad.ac.id/cropsaver/article/download/62092/25600
  3. Populasi dan Intensitas Serangan Lalat Buah (Bactrocera spp.) pada Pertanaman Cabai Keriting (Capsicum annum L.) di Desa Darmasari Kabupaten Lombok Timur. (2023). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek, 2(1), 161-170. doi:10.29303/jima.v2i1.2332 https://jurnal.unram.ac.id/index.php/jima/en/article/view/2332
  4. Jusmanto, Nasir, B., & Yunus, M. (2019). Daya Tarik Metil Eugenol terhadap Populasi Lalat Buah (Bactrocera sp.) pada Berbagai Ketinggian dan Warna Perangkap pada Pertanaman Cabai Merah. e-J. Agrotekbis, Fakultas Pertanian Universitas Tadulako. https://jurnal.faperta.untad.ac.id/index.php/agrotekbis/id/article/view/377
  5. Ma’rufah, A.A., Cahya, U.T.W., Wibowo, D., & Fitriarini, N. (2026). Strategi Pengendalian Lalat Buah pada Komoditas Ekspor Hortikultura Indonesia: Tantangan dan Inovasi Pengelolaan Berkelanjutan. Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian, Polbangtan Manokwari. doi:10.47687/snppvp.v7i1.2311 https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/download/2311/957/
  6. IPPC/FAO. (2019). DP 29: Bactrocera dorsalis. Diagnostic protocols for regulated pests, ISPM 27 Annex 29. Rome: FAO on behalf of the IPPC Secretariat. https://openknowledge.fao.org/server/api/core/bitstreams/f1c43f6a-8aae-4b60-977b-5a73c19be292/content
  7. Weems, H.V. Jr., Heppner, J.B., Nation, J.L., & Steck, G.J. (t.t., versi daring terkini, diakses November 2026). Oriental Fruit Fly, Bactrocera dorsalis (Hendel) (Insecta: Diptera: Tephritidae). EENY-083/IN240, UF/IFAS Extension, University of Florida. https://ask.ifas.ufl.edu/publication/in240

Foto sampul: Wikimedia Commons, Public domain.

Apakah artikel ini membantu?